Atasi Antrean Panjang, Pemkot Kotamobagu Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi dan Usulkan Penambahan Kuota
15:54:34 2026-09-02 WITA | 72Kotamobagu - Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bergerak cepat merespons fenomena antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah penanganan dilakukan melalui pemantauan langsung ke lapangan, koordinasi lintas sektor, hingga pengawasan ketat bersama aparat kepolisian pada Rabu (2/9/2026).
Peninjauan lapangan dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu, Noval C. Manoppo, S.E., M.E., bersama Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan, Melky Mokoginta, S.T.
Noval mengungkapkan bahwa antrean panjang yang dialami masyarakat dipicu oleh berkurangnya pasokan BBM bersubsidi dari pihak Pertamina pada akhir bulan lalu.
"Dari hasil pemantauan dan koordinasi dengan pihak SPBU, kami mendapatkan informasi bahwa pada akhir bulan terdapat pengurangan pasokan BBM bersubsidi dari pihak Pertamina. Sebagai contoh, di SPBU Kotobangon yang mengajukan pemesanan sebanyak 40.000 liter, pasokan yang masuk hanya sekitar 20.000 liter," ujar Noval.
Meski demikian, pihak Pemkot Kotamobagu memastikan pasokan BBM mulai kembali pulih secara bertahap. Tambahan suplai dalam jumlah besar dilaporkan telah disalurkan sejak Selasa malam (1/9/2026).
"Tadi malam pasokan BBM sebesar 40.000 liter sudah masuk ke SPBU Kotobangon. Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, kami berharap ketersediaan BBM dapat kembali normal dan antrean panjang kendaraan di SPBU tidak lagi terjadi," tambahnya.
Guna mengantisipasi potensi kelangkaan berulang di masa mendatang, Pemkot Kotamobagu mengambil langkah strategis dengan menyurati PT Pertamina Patra Niaga. Pihaknya resmi mengajukan usulan penambahan kuota BBM bersubsidi khusus untuk wilayah Kota Kotamobagu.
Selain berkoordinasi dengan suplir, Pemkot Kotamobagu juga menggandeng aparat penegak hukum untuk mengawal rantai distribusi agar tidak dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
"Usai peninjauan di SPBU, kami langsung berkoordinasi dengan Polres Kotamobagu untuk memperkuat pengawasan terhadap kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi. Kami meminta dukungan kepolisian untuk menindak tegas apabila ditemukan indikasi penimbunan BBM yang merugikan masyarakat," tegas Noval.
Mengakhiri keterangannya, Pemkot Kotamobagu mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan bijak saat membeli bahan bakar. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan normal dan menghindari aksi panic buying agar distribusi BBM bersubsidi tetap tertib, tepat sasaran, serta menjangkau seluruh warga yang berhak. (AdminKominfoKK)
-
Atasi Antrean Panjang, Pemkot ..
Kotamobagu - Pemerintah Kota (Pemkot) Kotam... -
Buka Sosialisasi Pencegahan Ke..
Kotamobagu - Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny... -
Perkuat Intervensi Dini Stunti..
Kotamobagu - Upaya penanganan stunting di K...