Wali Kota Kotamobagu Ajak Masyarakat Sukseskan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting
14:38:19 2026-06-29 WITA | 32Kotamobagu - Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dan menyukseskan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Langkah kolaboratif ini dinilai krusial guna mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di Kota Kotamobagu.
Imbauan tersebut disampaikan secara langsung oleh Wali Kota saat memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Kegiatan khidmat yang dipusatkan di Alun-alun Boki Hontinimbang, Kotamobagu, pada Senin (29/6/2026) tersebut dirangkaikan secara resmi dengan agenda Pencanangan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tingkat Kota Kotamobagu.
Dalam sambutannya, dr. Weny Gaib menekankan bahwa stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik anak yang tidak sesuai dengan usianya. Lebih dari itu, stunting merupakan ancaman serius terhadap perkembangan kognitif dan kualitas hidup jangka panjang generasi penerus.
"Pencanangan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab kita bersama dalam mendukung upaya Percepatan Penurunan angka Stunting di Kota Kotamobagu. Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usia, melainkan persoalan serius yang dapat berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia di masa depan," tegas Wali Kota.
Guna menekan angka kasus secara komprehensif, dr. Weny memaparkan bahwa Pemerintah Kota Kotamobagu secara konsisten terus mengimplementasikan berbagai program strategis. Pendekatan lintas sektor diperkuat agar intervensi berjalan tepat sasaran langsung ke tingkat keluarga.
Beberapa langkah taktis yang tengah dijalankan Pemkot Kotamobagu antara lain:
-
Peningkatan Pelayanan Kesehatan: Mengoptimalkan layanan kesehatan berkala bagi ibu hamil dan balita.
-
Penguatan Peran Posyandu: Menjadikan Posyandu sebagai garda terdepan deteksi dini dan pusat edukasi kesehatan masyarakat.
-
Intervensi Gizi: Memberikan bantuan pemenuhan gizi secara langsung bagi kelompok sasaran yang membutuhkan.
-
Edukasi Pola Asuh: Menggencarkan sosialisasi mengenai pola asuh anak yang benar dan pentingnya pemenuhan gizi keluarga.
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat komitmen, sinergi, dan keterpaduan antar pemangku kepentingan.
Melalui gerakan "Genting" ini, Wali Kota berharap masyarakat yang memiliki kemampuan lebih dapat mengambil peran nyata sebagai orang tua asuh bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berisiko stunting.
"Mari kita bersama-sama mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Mari kita mengambil bagian dalam upaya menyukseskan kegiatan ini melalui langkah nyata dengan memberikan dukungan terhadap pemenuhan Gizi bagi anak–anak yang membutuhkan, sehingga mereka dapat tumbuh sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik," harapnya.
Menutup arahannya, dr. Weny mengingatkan bahwa kesuksesan program jaminan masa depan ini berada di tangan seluruh elemen kota, mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, kader kesehatan, hingga lingkungan masyarakat terkecil.
"Keberhasilan penanganan Stunting membutuhkan kerja sama, komitmen, dan kepedulian seluruh pihak. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam menyukseskan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Kota Kotamobagu," pungkasnya. (AdminKominfoKK)
-
Pimpin Peringatan Harganas ke-..
Kotamobagu - Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny... -
Wali Kota Kotamobagu Ajak Masy..
Kotamobagu - Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny... -
Dongkrak Ekonomi UMKM, Pemkot ..
Kotamobagu - Pemerintah Kota (Pemkot) Kotam...