Lestarikan Budaya Daerah, Asisten I Pemkot Kotamobagu Pimpin Apel Pagi Menggunakan Bahasa Mongondow
16:37:58 2026-07-23 WITA | 40Kotamobagu - Suasana apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu tampak berbeda dari biasanya. Seluruh rangkaian apel hingga penyampaian amanat dipimpin penuh menggunakan bahasa daerah, Bahasa Mongondow.
Momen tak biasa yang dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., tersebut sempat membuat para Aparatur Sipil Negara (ASN) peserta apel terkejut, namun disambut dengan antusiasme yang tinggi.
Dalam amanatnya yang berbalut Bahasa Mongondow, Sahaya mengawali dengan ajakan untuk memanjatkan puji dan syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan hingga seluruh jajaran dapat menjalankan tugas pelayanan publik.
"Igai kita komintan mopoponik syukur kon Tayowon Allah Subhanahu Wata'ala atas barakat, badan mo sehat..." ujar Sahaya, mengingatkan peserta apel untuk senantiasa bersyukur.
Selain mengingatkan pentingnya menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus 2026, Sahaya turut membagikan kabar membanggakan terkait pelestarian adat dan budaya lokal. Pemerintah Kota Kotamobagu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dokter Wenny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy V. Mangkat, S.H., M.H., berhasil memperjuangkan pengakuan karya budaya daerah di tingkat nasional.
Pemerintah Pusat secara resmi telah menetapkan Tari Dana-Dana dan Bahasa Mongondow sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Bangsa Indonesia.
"Itoi naton Ki Wali Kota Dokter Wenny Gaib bo ki Wakil Wali Kota naton Rendy V. Mangkat... nonongganut kon itoi minta in adat nogusul kon Pomarentah Pusat... Alhamdulillah, Tarian Dana-Dana bo Bahasa Mongondow nobalik budel (Warisan) Budaya Bangsa Indonesia," ungkapnya bangga.
Atas pencapaian tersebut, Sahaya mengimbau seluruh ASN Pemkot Kotamobagu untuk menjadi pelopor dan teladan dalam menjaga keberlangsungan bahasa ibu. Ia mengajak para pegawai untuk tidak ragu membiasakan Bahasa Mongondow dalam interaksi sehari-hari, baik di lingkungan kantor, sekolah, maupun masyarakat.
"Jadi mulai kon singgai tana'a, inggai kita komintan salalu pa tumo Mongondow... Ko'onda Umpaka kon kantor, sikola, ko ondaka dika bi' mo oya' tu mo Mongondow pa kita," tegas Sahaya, mengajak seluruh peserta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup bagi generasi mendatang.
Keunikan apel pagi ini tak berhenti pada penyampaian amanat. Momen menarik kembali terjadi saat prosesi penutupan apel.
Ketika Komandan Apel melapor dengan bahasa daerah, "Apel aidon nopalut" (Apel telah selesai), Sahaya merespons dengan instruksi "Pobuidon" (Kembali ke tempat). Percakapan penutup yang unik dan sarat kearifan lokal ini sontak memancing senyum dan tawa hangat dari seluruh peserta apel.
Langkah inovatif Pemkot Kotamobagu dalam menggelar apel berinteraksi bahasa daerah ini merupakan komitmen nyata untuk merawat identitas budaya. Diharapkan, semangat pelestarian ini dapat terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat luas agar Bahasa Mongondow tetap lestari dari generasi ke generasi. (AdminKominfoKK)
-
Lestarikan Budaya Daerah, Asis..
Kotamobagu - Suasana apel pagi di lingkunga... -
Peringati Hari Anak Nasional 2..
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Me... -
Pemkot Kotamobagu Apresiasi Ma..
Kotamobagu - Ribuan warga memadati Alun-Alu...