Musim Hujan 2026 Diprediksi Mundur, Ini 4 Sektor yang Jadi Fokus Mitigasi Pemkot Kotamobagu
18:01:13 2026-10-02 WITA | 87Kotamobagu - Pemerintah Kota Kotamobagu mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kondisi perubahan cuaca dan musim hujan periode 2026–2027. Imbauan ini dikeluarkan menyusul prediksi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kotamobagu, Noval C. Manoppo, S.E., M.M., menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi bersama BMKG via Zoom Meeting terkait press release musim hujan 2026–2027, Jumat (2/10/2026).
Noval menjelaskan, berdasarkan paparan BMKG, fenomena El Niño diprakirakan masih akan bertahan di wilayah Indonesia hingga awal tahun 2027. Kondisi ini memicu pergeseran atau mundurnya awal musim hujan di sejumlah daerah.
"Untuk wilayah Sulawesi Utara, awal musim hujan dengan intensitas ringan diprediksi baru akan mulai berlangsung pada minggu ketiga bulan Oktober hingga November 2026," ujar Noval.
Mundurnya musim hujan menjadi perhatian serius Pemkot Kotamobagu karena berpotensi memengaruhi berbagai sektor vital, mulai dari kebencanaan, pangan, lingkungan, hingga kesehatan masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi dini, Pemkot Kotamobagu menyoroti empat sektor utama yang perlu dimitigasi bersama:
-
Sektor Kebencanaan: Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kekeringan serta ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama masa transisi.
-
Sektor Pangan: Para petani diimbau menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi iklim terkini dan disarankan mempertimbangkan penggunaan varietas tanaman bersiklus pendek.
-
Sektor Lingkungan: Penyiapan mekanisme respons dan pemantauan kualitas udara guna mengantisipasi penurunan kualitas udara akibat dampak kemarau panjang.
-
Sektor Kesehatan: Mengingatkan masyarakat dan tenaga medis untuk meningkatkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta menyiapkan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim hujan mulai tiba.
Noval menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat agar siap menghadapi dampak perubahan musim tersebut.
"Berbagai langkah antisipasi penting dilakukan sejak dini agar kita dapat meminimalkan dampak yang mungkin timbul. Dengan kesiapsiagaan sejak sekarang, baik pemerintah maupun masyarakat sudah memiliki langkah konkrit saat kondisi musim berganti," pungkasnya. (AdminKominfoKK)
-
Musim Hujan 2026 Diprediksi Mu..
Kotamobagu - Pemerintah Kota Kotamobagu men... -
Kebocoran Data Lama Kembali Be..
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digita... -
Jaga Suasana Damai Poopo - Upa..
Kotamobagu - Pasca tercapainya kesepakatan ...